1.1 Pengertian Desain Interior
Interior design merupakan sebuah profesi di bidang kreatif dengan solusi solusi teknis yang diterapkan kedalam struktur yang dibangun, untuk mencapai lingkungan interiornya.solusi ini fungsional, diantaranya untuk meningkatkan kualitas kehidupan dan budaya penghuninya serta memunculkan kesan estetik dalam rumah yang menarik. Desain diciptakan untuk merespon terhadap adanya peraturan yang ditentukan yaitu untuk mendorong prinsip-prinsip kelestarian lingkungan.

1.2. Tujuan Desain Interior
Tujuan desain interior adalah untuk memperbaiki fungsi,memperkaya nilai estetika dan meningkatkan aspek psikologis dari ruang interior.

1.3. Fungsi Desain Interior
Desain Interior mungkin adalah bagian penting yang harus dipikirkan baik-baik dalam perencanaan pembangunan rumah, karena ini lebih berhubungan dengan nilai estetik interior rumah. Merencanakan dan membuat desain dari interior rumah akan membantu seorang kontraktor dalam membangun rumah.
Selain menambah nilai estetika bagian dalam rumah, dan membantu kontraktor dalam proses pembangunan, ada beberapa manfaat atau fungsi dari desain interior. Salah satu fungsi penting pertama adalah berhubungan dengan aspek piskologis dari pemilik rumah. Dengan memilih Desain Interior yang terbaik dan sesuai dengan keinginan, pemilik rumah akan merasa nyaman di dalam rumahnya sendiri. Apabila tidak ahli dalam membuat sebuah Desain Interior yang terbaik bagi, maka disarankan untuk menyewa sebuah jasa desain interior. Jasa desain interior yang baik akan menciptakan interior yang sesuai dengan rumah dan karakter pemilik rumah itu sendiri.

Fungsi lain dari desain Interior yang bernilai estetik adalah berhubungan dengan pendapat orang lain, terutama interior rumah anda. Salah satu hal yang menarik perhatian tamu yang berkunjung ke sebuah rumah adalah tatanan interior rumah.biasanya, penilaian orang tentang orang lain berawal dari sini. Terlebih bagi orang yang tidak pernah datang sebelumnya, dan baru saja berkunjung ke rumah anda, Desain Interior (ruang tamu, terutama), akan menjadi penilaian yang pertama. Maka, dengan memiliki Desain Interioryang estetik dan tertata, orang akan menilai sebagai pribadi yang rapih.
Berikut ini adalah fakta-fakta tambahan yang harus diketahui tentang Desain Interior. Pertama, sebuah desain interior yang bagus adalah desain yang dibuat berdasarkan nilai keindahan dan estetika, oleh seorang desainer interior handal dan si pemilik rumah. Terkadang, seseorang menganggap Desain Interior yang baik adalah yang dibuat oleh desainer interior terkenal. Sebenarnya ini adalah salah, karena Desain Interior yang dibuat oleh desainer terkenal terkadang tidak membuat anda nyaman.
Dalam membuat Desain Interior, anda harus meyakinkan desainer interior untuk tetap mengedepankan fungsi dengan baik; yang dimaksud fungsi disini adalah mempermudah kegiatan anda di rumah. Apabila ingin membuat desain rumah anda sendiri, ada beberapa hal yang harus diketahui dari sebuah Desain Interior yang baik, salah satunya adalah bahwa Desain Interior yang baik adalah yang minimalis, apabila mewah tidak harus berlebihan, tahan lama, dan tidak menelan biaya terlalu banyak. Apabila tidak bisa membuat desain yang bagus dan tepat, ada baiknya meminta bantuan dari desainer interior yang baik.

1. 4.Konsep Gaya Desain Interior
Menentukan jenis tema merupakan langkah awal dalam membangun suatu ruangan. Adapun beberapa konsep tema yang dapat dipaparkan adalah sebagai berikut :
1. Klasik
Untuk Ruang keluarga biasanya didominasi dengan elemen berwarna tanahseperti warna cokelat tanah hingga cokelat muda serta menggunakan unsur kayu untuk memberikan kesan hangat dan ramah. Warna yang dominan digunakan pada furniture klasik adalah coklat natural sesuai dengan warna kayu atau menggunakan cat solid yang berwarna putih, kuning emas, putih perak, hitam atau coklat tua.
2. Modern Klasik
Interior klasik kontemporer barangkali bisa juga disebut interior klasik modern.Dalam desain klasik kontemporer ada perpaduan antara model klasik dengan ala modern.Seperti misalnya sebuah rumah dengan desain rumah adat, dimana bagian interior ruang keluarga yang luas dengan banyak tiang-tiang kayu, serta dengan perlengkapan furnitur model kuno/tradisional dengan menggunakan bahan-bahan dan finishing modern. Lantai dengan granit atau granit buatan, yang pada bangunan aslinya berlantai tanah atau semen biasa.
Untuk gaya modern klasik biasanya menggunakan warna-warna yang netral untuk lebih “aman” seperti gradasi cokelat, hitam, putih, ataupun krem. Untuk furnitur, karena modern sudah dipilih menjadi gaya yang dominan,maka pilihlah yang berdesain simpel dan tidak banyak ornamen. Kemewahan si klasik bisa dihadirkan dari lampu kandelar, lampu nakas berdesain klasik, cermin, lukisan, dan pernak-pernik lainnya.Satu hal yang perlu diingat, tetap setia dengan pilihan warna semula.
3. Minimalis
Desain minimalis merupakan aliran gaya desain modern yang sangat fungsional dan tidak memberi ruang pada bentuk ornamentasi atau hiasan sama sekali. Desain minimalis pada umumnya menggunakan warna-warnayang lembut dan lebih netral.Putih merupakan pilihan warna klasik minimalisyang memberikan kesan bersih. Pemberian aksesori yang minim pada dindingdigunakan untuk memperkuat kesan minimalis.
4. Modern Minimalis
Ruang keluarga bergaya modern minimalis tentu harus didukung oleh interior dan furniture yang minimalis pula.Suasana yang dibutuhkan di ruang keluarga adalah suasana yang santai, tidak formal dan cenderung playful, maka yang menjadi poin utama di ruangan ini adalah adalah sofa. Pilihlah sofa yang simpel dan memiliki warna yang cerah sehingga mood playful akan lebih terbentuk, jangan lupa untuk menyesuaikannya dengan selera anda. Sesuaikan pula gaya desain pada kabinet, rak buku, rak TV, meja samping, meja kopi dan barang-barang yang lain.
5. Eklektik
Ekletik berarti memadukan unsur terbaik yang ada dari tiap gaya. Anda membutuhkan ruang lebih besar untuk bereksperimen dalam nuansa eklektik yang memadukan warna, corak, dan aksesor. Kelebihan nuansa eklektik adalah menjadikan rumah lebih segar, memikat, hangat, dan homey . Dalam gaya/style ini, anda dituntut untuk lebih peka sehingga bisa menyeimbangkan berbagai unsur, rupa-rupa gaya yang disisipkan pasti lebih sedap dipandang.
Kesimpulan memilih tema dan gaya desain interior adalah untuk kenyamanan penghuni rumah atau ruangan yang akan menempati ruangan tersebut. Jika ruangan dengan desaian atau tema yang nyaman maka pemilik rumah pun juga akan lama-lama menghuni ruangan yang didesain sesuai dengan impiannya.
Interior Rumah Mewah
Interior rumah mewah sudah bisa dipastikan mulai desain fisik ruangan, lampu penerangan, ornamen dan pernak pernik, dinding, lantai, plapond, peralatan dan furniture dengan yang serba mewah. Interior rumah mewah tentu adanya di rumah-rumah mewah yang hanya dimiliki oleh golongan orang-orang yang kaya raya.
Interior Rumah Sederhana
Interior rumah sederhana adalah kebalikan dari rumah mewah, sepertinya inilah desain interior yang paling banyak kitta temui.Interior rumah sederhana bukan hanya disukai orang kelas biasa, tetapi tidak sediit orang-orang kaya menyukai kederhanaan. Desain interior rumah sederhana tidak selalu identi dengan harga murah, sebab yang sederhanapun bisa mahal.
Masih banyak lagi model dan gaya interior rumah lainnya dengan tambahan istilah minimalis seperti interior rumah mewah minimalis, interior rumah sederhana minimalis, interior rumah minimalis modern. Memang seperti itulah informasi yang sering kita temui di internet. Pada suatu saat barangkali kita akan mengetahui arti yang sebenarnya istilah minimalis.

1.5. Ciri-ciri
Ciri-ciri konsep arsitektur minimalis adalah garis lurus dengan bidang datar, dan pertemuan bidang serba siku tegak lurus, konstruksi volume metric dan gubahan massa, kejujuran material olahan cahaya dan udara, sirkulasi ringkas, pemanfaatan ruang sehingga menjadi multifungsi dan berurut serta kejelasan sistem struktur.
7 Prinsip Desain Interior
1.Unity and Harmony
Yaitu suatu ruangan dianggap sebagai suatu kesatuan dimana semua elemen yang ada saling melengkapi dan berkesinambungan satu dengan yang lainnya sehingga menghasislkan komposisi yang seimbang.
2.Keseimbangan (Balance)
Sesuai dengan judulnya, Keseimbangan berarti tidak “berat” sebelah.Tidak terlalu condong ke sisi sebelah kanan atau kiri atau atas dsb.Aksen pun harus memiliki keseimbangan dengan lingkungan sekitarnya.
Style keseimbangan terbagi 3 yaitu: simetris, asimetris, dan radial
 Keseimbangan Simetris:
Keseimbangan simetris terjadi apabila berat visual dari elemen-elemen desain terbagi secara merata baik dari segi horizontal maupun vertikal.Gaya ini mengandalkan keseimbangan berupa dua elemen yang mirip dari dua sisi yang berbeda. Kondisi pada keseimbangan simetris adalah gaya umum yang sering digunakan untuk mencapai suatu keseimbangan dalam desain. Meskipun mudah untuk diterapkan, keseimbangan simetris sulit untuk membangkitkan emosi dari pembaca visual karena terkesan “terlalu direncanakan”.Kesimbangan simetris juga biasa disebut dengan keseimbangan formal.
symmetrical room
 Keseimbangan Asimetris:
Keseimbangan asimetris terjadi ketika berat visual dari elemen desain tidak merata di poros tengah halaman.Gaya ini mengandalkan permainan visual seperti skala, kontras, warna untuk mencapai keseimbangan dengan tidak beraturan.Seringkali kita melihat sebuah desain dengan gambar yang begitu besar diimbangi dengan teks yang kecil namun terlihat seimbang karena permainan kontras, warna, dsb.Keseimbangan asimetris lebih mungkin untuk menggugah emosi pembaca visual karena ketegangan visual dan yang dihasilkannya.Ketegangan asimetris juga biasa disebut dengan keseimbangan informal.
Asymmetry Room
 Keseimbangan Radial:
Adalah ketika semua element desain tersusun dan berpusat di tengah. Misalnya: Tangga berbentuk spiral.
3. Focal Point
Focal Point disini maksudnya adalah aksen yang menjadi daya tarik ruangan.Bisa satu atau lebih, tapi jangan semua.Misalnya Focal Point pada ruangan adalah jendela besar yang ada di ruangan, perapian atau bisa juga lukisan.
4. Ritme
Dalam desain interior, ritme adalah semua pola pengulangan tentang visual. Ritme didefinisikan sebagai kontinuitas atau pergerakan terorganisir.
5. Details
Mulai dari pemilihan sakelar, tata cahaya, letak pot bunga dsb. Detail biasanya tidak jelas tetapi mereka harus benar sehingga meningkatkan nuansa keseluruhan ruangan.
6. Skala dan Proporsi
Kedua prinsip desain yang berjalan beriringan, karena keduanya berhubungan dengan ukuran dan bentuk.Sebenarnya masih berhubungan dengan konsep keseimbangan dan aksen yang telah dipaparkan sebelumnya saya rasa, namun kali ini lebih kepada ukuran. Misalnya ukuran kursitamu dan meja tamu yang seimbang. Apabila mejanya terlalu tinggi, maka pengguna kursi akan merasa tidak terlalu nyaman dengan desain meja tersebut.
7. Warna
Dengan adanya desain interior rumah atau ruangan anda menjadi tampak indah dan cantik.Menurut ahli desain interior adalah kegiatanmenata, merencanakan serta merancang ruangan interior dalam bangunan.tujuan dari desain tersebut adalah untuk mengatur, menyusun bagian-bagian tertentu secara utuh agar enak dipandang.
. Adapun ” prinsip desain interior “:
• Proporsi serta skala, prinsip ini selalu berhubungan dengan bentuk dan ukuran agar terlihat lebih seimbang.
• Warna, dengan warna akan mempengaruhi psikologis anda yang berada pada ruangan tersebut.
• Focal point atau bisa juga disebut dengan daya tarik ruangan misalkan posisi pintu atau jendela.
• Ritme, merupakan pengulangan semua pola tentang visual. bisa juga didefenisikan sebagai pergerakan terorganisir.
• Detail, yakni pemilihan sakelar, letak pot bunga, tata cahaya pada suatu ruangan.
• Keseimbangan, yang terbagi menjadi 3 yaitu:
1. Keseimbangan Radial yakni elemen desain tersusun dan berpusat di tengah.
2. Keseimbangan Asimetris yakni keseimbangan yang terjadi ketika elemen tidak merata di poros tengah halaman.
3. Keseimbangan Simetris yakni keseimbangan yang terjadi apabila berat visual dari elemen visual terbagi merata baik dari segi vertikal maupun horizontal.
• Unity dan Harmony yakni ruangn yang dianggap sebagai suatu kesatuan dimana semua elemen yang ada saling melengkapi.]

1.6. Elemen Pendukung
Elemen penyusun RuangElemen Pembentuk Ruang adalah struktur wadah ruang kegiatan diidentifikasikan sebagai lantai, dinding, dan langit- langit/Plafond yang menjadi satu kesatuan struktur.
 PLAFOND, berfungsi sebagai pelindung (penutup) lantai atau atap dan sekaligus sebagai pembentuk ruang dengan bidang yang ada dibawahnya.
 DINDING, Fungsi pembatas ruangan, pembatasan menyangkut penglihatan, sehingga manusia terlindung dari pandangan langsung.
 LANTAI, Selain berfungsi sebagai penutup ruang bagian bawah, lantai berfungsi sebagai pendukung beban dan benda-benda yang ada diatasnya.
Elemen Penyusun Ruang
 JENDELA, Jendela dapat dilihat sebagai bagian yang terang pada dinding, jendela dapat dikembangkan sampai ketaraf dimana jendela menjadi bidang dinding fisik
 PINTU, Bukaan pintu yang terletak padaatau berdekatan dengan sudut- sudut, dapat membuat jalur-jalur melintas disisi ruangan.
Elemen Pelengkap
Unsur-unsur dekoratif adalah hal hal yang menjadi ide desain sebuah ruangan atau bangunan. Hal-hal diluar struktur yang digunakan sebai pemanis desain.Ataupun bagian struktur yang dibuat lebih menarik.Bentuk furniture yang menarik sangat disarankan dalam mendesain interior ruang.
Unsur Dekoratif Interior
WARNA
Warnayangsesuaiuntuksebuahruangandan temaruangan akanmenambahkeindahanruang.
Pengolahan bentuk masa bangunan atau struktur pembentuk bangunan.
Unsur Dekoratif Eksterior
RUANG
Ruang mengikuti masa bangunan,atau sengaja diciptakan untuk memenuhifungsi tertentu. Untuk menampung aktivitasmanusia.

 Elemen # 1: Ruang
Ruang mendefinisikan batas-batas dan menetapkan batas-batas pada hal-hal fungsional dan dekoratif yang dapat Anda lakukan. Biasanya Anda tidak akan menentukan angkasa; sebagai gantinya, Anda akan dihadapkan pada tantangan untuk menggunakan ruang yang ada secara efektif.

 Elemen # 2: Jalur
Garis dalam sebuah ruangan yang kedua hanya untuk warna penting ketika datang ke pengaturan yang suasana hati atau perasaan keseluruhan ruangan.Garis-garis mode jendela harus mendukung garis dominan ruangan.Dalam kebanyakan situasi, garis dominan lurus (vertikal, horizontal atau diagonal) daripada melengkung. Anda menekankan pilihan arah garis akan menentukan suasana yang ingin Anda ciptakan.

 Tambahkan baris vertikal tinggi dan martabat, menciptakan suasana yang lebih formal. Garis vertikal juga keseimbangan garis horisontal yang ditemukan di sebagian besar mebel.
 Garis horisontal cenderung menciptakan perasaan, tenang informal. Mereka bekerja dengan baik di ruang santai atau sebagai bantuan ke vertikal kuat kamar formal.
 Garis Diagonal menarik perhatian dan memimpin mata. Mereka dapat mengganggu kecuali didukung oleh vertikal atau menentang Diagonal-diagonal.
 Garis lengkung menambahkan efek melembutkan dan menjaga ruangan menjadi terlalu kaku. Gunakan garis melengkung dengan menahan beberapa untuk menjaga ruangan menjadi terlalu lembut dan terlalu feminin.

 Elemen # 3: Formulir
Baris yang bergabung bersama-sama menghasilkan bentuk, atau bentuk, dari sebuah objek, yang pada gilirannya berdampak pada perasaan keseluruhan dari sebuah ruangan.garis lurus membuat empat persegi panjang, persegi dan segitiga. garis lengkung lingkaran dan bentuk oval. persegi panjang adalah bentuk yang paling populer dan sering bentuk dominan dalam kamar. Segitiga memberikan stabilitas dan bentuk melengkung melunakkan kontur obyek.

 Elemen # 4: Warna
Lebih dari unsur lain, warna dapat membuat ruangan yang indah. Warna dapat mengatur suasana hati.Hal ini dapat membuat ruangan lebih hangat atau lebih dingin, lebih besar atau lebih kecil.Hal ini dapat menyembunyikan fitur menyakitkan mata atau panggilan perhatian pada pusat perhatian.Bahkan dengan perabot sederhana, penggunaan yang tepat dapat mengubah warna ruangan.

 Elemen # 5: Tekstur
Tekstur memainkan peran yang semakin penting dalam dekorasi rumah.Visual adalah tekstur halus jelas bahan atau kekasaran.Untuk mempertahankan dan meningkatkan rasa santai, gunakan kain yang lebih berat bertekstur, nubby atau visual tekstur kasar.Halus, permukaan mengkilap seperti sutra, moiré, berlengan dan tampak sutra-seperti dukungan perasaan yang lebih formal di ruangan.Menggunakan beberapa tingkatan tekstur komplementer menambah variasi dan memelihara bunga.Namun, itu adalah ide yang baik untuk menghindari kontras dramatis dalam tekstur.

1.7. Nilai Estetika
Arsitektur adalah proses perencanaan dan pemikiran yang dikerjakan secara sadar oleh manusia untuk mewujudkan sebuah bangunan, ataupu rumah tinggal.Arsitektur berada pada seni dan teknologi yang daling melengkapi satu dengan yang lainnya sehingga kita menyadari bahwa arsitektur tidak akan pernah lepas dari unsur seni yang ada.
Nilai Estetika
Dalam membincangkan apa itu estetika kita tidak akan pernah lepas dari perbincangan tentang budaya. Ibarat sebuah nyawa, estetika adalah nyawa dari sebuah karya, dalam hal ini adalah karya arsitektur yang menjadi fokus perbincangan. Pada perkembangan lanjut tentang estetikan, kita akan banya membicarakan bgaimana masyarakat menilai sebuah estetika itu sendiri.
Nilai keindahan sebenarnya tidak memiliki ukuran tertentu dan bebas dari segala rumusan. Namun pada sebuah bangunan wujud estetika akan tampak pada kehormonian yang teraplikasikan dalam berbagai desain dan gaya. Adanya beberapa aspek seperti keindahan dalam membingkai harmoni dan proporsi, kesenangan pada adanya korelasi yang positif tentang arti efisiensi dan kenyamanan, kesukaan atau delight yang menonjolkan pada aspek selera. Unsur seni dan estetika pada sebuah bangunan tidak hanya akan terlihat pada ornamen dan ragam hias yang terpasang namun juga pada desain yang ada pada bangunan tersebut. Estetika akan semakin berkembang dan berevolusi sesuai dengan permintaan dan tren yang ada di masyarakat. Hal inilah yang membuat banyak desain arsitektur berkembang dan berproses sesuai dengan zamannya. Seringkali sebuah desain rumah akan digemari pada suatu zaman namun pada suatu ketika akan ditinggalkan.
Nilai Filosofi
Sebuah rumah adalah aplikasi dari unsur-unsur filosofi yang dianut oleh seseorang dan diaplikasikan dalam sebuah ornamen, ragam hias, ataupun desain.Rumah tradisional biasanya kental oleh unsur filosofi. Rumah tradisional kaya akan unsur ornamen dan ragam hias serta desain yang memiliki simbol-simbol tertentu. Beragam ornamen hias akan mewakili unsur filosofi tertentu dari beragam kebudayaan. Seperti ukiran yang terpahat di dinding, dan ornament yang terpampang pada desain rumah. Beragam ornament ini terkadang mewakili sebuah legenda, cerita, dan hal-hal yang banyak mengandung makna filosofi lainnya.
Demikianlah unsur-unsur yang terdapat dalam sebuah rumah dan bangunan. Anda akan mendapati bahwa sebuah rumah yang indah adalah rumah yang kaya akan unsur filosofi, estetika, dan nilai moral.
Dari pengertian nilai estetika, kita bisa menilai keindahan sesuatu apapun itu yang berisfat alamiah ataupun buatan manusia sesuai dengan nilai estetika yaitu yang dapat membhasa bagaimana sesuatu bisa terbentuk dan menjadi sebuah seni dan bisa dinikmati sebgai hasil karya yang indah.

1. 8. Fungsi Warna
Warna adalah gejala yang timbul karena suatu benda memantulkan cahaya yang mengenainya. Sifat cahaya bergantung pada panjang gelombang cahaya yang dipantulkan benda tersebut.
Warna mampu menciptakan nuansa keindahan saat diaplikasikan pada sebuah ruangan.Dengan warna, Anda bisa membuat suasana terasa lebih menyenangkan dan nyaman. Anda bebas memilih warna sesuai kesan yang akan Anda munculkan. Warna-warna yang diaplikasikan pada interior memiliki peran dan fungsi yang sesuai dengan karakternya masing-masing.
• Warna untuk menciptakan mood, kondisi perasaan bisa diciptakan dengan mengubah warna interior rumah.
• Menciptakan suasana / kesan pada interior, warna bisa membantu Anda mengubah suasana interior dengan sekejap sesuai keinginan. Caranya yaitu pertama Anda tentukan warna yang akan mendominasi ruangan, pilihlah warna-warna yang cocok dan sesuai dengan tema rumah Anda. Misalnya, untuk rumah minimalis sebaiknya pilihlah warna-warna netral. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengaplikasikan warna. Anda bisa menerapkan warna pilihan Anda pada salah satu bagian dinding untuk menciptakan kesan yang berbeda dari biasanya.
• Warna untuk membuat interior terlihat menarik, menciptakan interior yang lebih menarik juga bisa dilakukan dengan menggunakan warna. Anda tidak perlu takut berkreasi dengan paduan warna-warna kontras Anda karena hal ini akan membuat ruangan tidak monoton dan membosankan. Atau Anda aplikasikan warna-warna terang untuk mempercantik ruangan. gunakan warna-warna tersebut seperlunya agar tidak terlihat berlebihan.

1. 9.Zona Ruangan Desain Interior
Dalam merencanakan sebuah rumah tinggal, termasuk hal paling utama yang kita lakukan adalah merencanakan ruang-ruang apa saja yang akan ada didalam rumah tersebut. Terdapat beberapa macam ruang yang biasanya ada dan sering digunakan dalam rumah-rumah tinggal di Indonesia.Semua ruang ini memiliki fungsi khusus.Ruang- ruang ini sebenarnya sudah terlalu sering kita kenal, misalnya ruang tamu, ruang keluarga, ruang dapur, dan sebagainya.
Dari berbagai ruang tersebut, ada pula pembagian zona ruang, yaitu tingkat privasi dari ruang yang bersangkutan. Tata ruang pada penataan ruang-ruang dengan cara modern ini mengikuti alur ruang publik, semi privat, privat. Ruang publik adalah ruang yang dapat dimasuki oleh semua orang (tentunya dengan seijin pemilik rumah).Ruang semi privat adalah ruang yang dapat dimasuki orang-orang yang dikehendaki saja oleh pemilik rumah.Ruang privat adalah ruang terbatas hanya untuk pemilik rumah saja, atau anggota keluarga pemilik rumah.
Rumah-rumah pada saat ini banyak menggunakan pembagian ruang-ruang berikut:
• Teras (publik)
• Ruang tamu (publik)
• Ruang keluarga (semi privat)
• Ruang makan (semi privat)
• Kamar tidur (privat)
• Kamar mandi (privat)
• Dapur (semi privat)
Dan ruang-ruang tambahan seperti:
• Ruang baca (semi privat)
• Kamar tidur tamu (privat)
• Ruang santai (semi privat)
• Ruang olahraga (semi privat)
• Powder room (ruang yang seperti kamar mandi, hanya tanpa fasilitas mandi, semacam ruang untuk mempersiapkan diri/berhias – privat)
• Ruang entertainment (ruang hiburan, berisi fasilitas seperti televisi, game, sound sistem, dan sebagainya – semi privat)
• Ruang kerja (publik atau semi privat, tergantung kebutuhan), dsb.
Tingkatan privasi zona ruang ini berpengaruh pada desain rumah, yaitu dimana sebaiknya meletakkan ruang tidur, ruang tamu, ruang keluarga, dan sebagainya.Tentunya ada pertimbangan-pertimbangan dalam meletakkan ruang seperti bagaimana ruang kamar tidur tidak terlalu terlihat dari ruang tamu. Bila Anda sedang dalam proses merencanakan rumah tinggal, sebaiknya memperhitungkan dengan matang pembagian zona ruang ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Develop and Designed by jualhosting.net / queenwebsite.com